Lima kelompok petani kopi dapat bantuan alat produksi

Wamena, Jubi – Sebanyak lima kelompok petani kopi di sejumlah distrik di Kabupaten Jayawijaya mendapat bantuan 20 unit alat produksi, yang merupakan program CSR dari Bank Papua.

Direktur Operasional Bank Papua, Isak Wopari saat penyerahan bantuan di Bank Papua cabang Wamena, Senin (26/11/2018) mengatakan, distrik penerima bantuan adalah Distrik Pyramid, Koragi, Bpiri dan Distrik Wollo.

“Di Distrik Pyramid ini ada dua kelompok besar yang kami bantu, kemudian untuk Distrik Koragi satu kelompok, dan Distrik Bpiri satu dan Wollo satu,” katanya.

Ia berharap bantuan ini dapat membantu petani kopi di Jayawijaya, sebab mereka sudah lakukan tanam dan panen kopi dengan baik.

Kepala Divisi UKM dan Komsumer Bank Papua, Kusyanto mengatakan selain kopi, produk lokal yang menjadi perhatian Bank Papua dalam program CSR adalah pengelolaan sagu dan rumput laut.

“Masing-masing 10 unit mesin, kemudian satu paket rumah pengeringan. Rumah pengeringan ini sederhana, tetapi fungsinya kalau itu dilakukan dengan bagus, kualitas kopi yang akan dihasilkan bagus pula,” ujar dia.

Kusyanto menjelaskan jika dirupiahkan, program CSR untuk peralatan kopi di Jayawijaya tidak besar, namun BPD mengharapkan bantuan itu dapat membantu pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian Jayawijaya, Hendri Tetelepta berharap program CSR BPD dapat ditingkatkan lagi untuk pengembangan kopi pada sektor hulu, yaitu pada saat tanam hingga panen.

“Sampai hari ini sektor hulu itu masih dominan pemerintah. Kalau di hilir setelah jadi kopi biji, itu banyak yang berminat, bukan hanya dari perbankan, dari TNI/Polri dan juga LSM dirasa perlu bersama melihat hal ini,” katanya. (*)