Kopi Indonesia: dan Kopi papua berasal dari mana?

Produksi kopi di Indonesia kini sudah tak terkait Belanda lagi (fiuh!).

Saat ini, banyak koperasi, asosiasi, kelompok/serikat tani, bahkan individu yang mengembangkan kopi Indonesia. Mereka inilah ujung tombak kopi Indonesia: orang-orang yang melestarikan budaya kopi nusantara.

Volume terbesar jelas dari kopi robusta. Segitiga emas di Lampung, Sumatera Selatan dan Bengkulu adalah penghasil kopi robusta yang saya ketahui. Temanggung, Merapi juga menghasilkan robusta yang terkenal enaknya.

Sedangkan untuk species kopi arabika, ada beberapa daerah yang khas. Ada istilah lain untuk ini, yakni coffee specialty.

Lihat juga: Biji Kopi: Semua yang Harus Kita Ketahui dari Buah hingga Siap Seduh

Ada juga indikasi geografis untuk daerah-daerah tertentu penghasil kopi arabica. Beberapa daerah produsen kopi arabica yang terkenal di Indonesia:

1. Kopi Aceh Gayo

Sesuai namanya, Gayo ada di provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, terutama di Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah dan Gayo Lues.

Kopi Gayo sudah dikenal lama di dunia kopi karena dikembangkan sejak tahun 1908 dan salah satu perkebunan kopi arabica terluas di Asia (81.000 hektar)! Mau mencicipi? Kopi Gayo banyak tersebar di kedai-kedai kopi baik dalam maupun luar negeri.

2. Kopi Mandailing dan Lintong

Dari Sumatera Utara. Ciri khasnya adalah body (badan) kopi yang tebal–salah satu karakter kopi yang dicari tukang seruput kopi.

Saya pernah mencicipi kopi varietas ini di Taiwan dan Jepang. Tampaknya mereka butuh “ditampar” oleh body kopi Mandailing yang mantap.

3. Kopi Jawa atau Java coffee

Namanya sungguh terkenal untuk kopi, sehingga sebuah perangkat lunak pun dinamai penemunya sebagai Java.

Ya, sang penemu software suka menyeruput kopi Jawa saat bekerja.

Mulai dari Jawa Barat hingga Timur, kita bisa temui si “Java” ini.

Rasanya? Seruput sendiri dan rasakan enaknya!

4. Kopi Bali Kintamani

Satu produk lagi dari pulau dewata. Pulau Bali tak henti bikin kita kagum. Kopi dari pulau ini pun terkenal karena keunikannya: keasaman (acidity), rasa lemon serta aroma bunga.

Sekitar 13.800 ton kopi dihasilkan oleh Bali setiap tahunnya, dan mayoritas bisa menembus pasar Eropa dan Amerika.

Kopi Bali ini selalu ada dalam rekomendasi saya–selagi tersedia, maka saya akan pesan dan menyeruputnya!

5. Kopi Flores Bajawa

Flores adalah salah satu daerah penghasil kopi arabica yang utama, walaupun tak terlalu besar. Uniknya, kopi arabica di daerah ini dibawa oleh orang Portugal (era jajahan Portugis).

Hampir seluruh kopi Flores Bajawa adalah organik. Selain dikonsumsi di dalam negeri, kopi ini banyak diekspor ke Amerika.

6. Kopi Toraja

Salah satu kopi dari Sulawesi Selatan, yang sedang naik daun karena kadar kemanisan (sweetness)-nya.

Kopi Toraja Sapan pernah memanen harga US$450 per kilogram pada saat lelang tahun 2012, sebagai pengakuan terhadap kehebatan dan kesegaran rasanya.

Jangan takut, kunjungi kedai kopi atau supermarket terdekat, kopi jenis ini pasti tersedia.

7. Kopi Baliem Blue Coffee Papua

Salah satu daerah penghasil kopi yang unik, karena kabarnya tak ada perkebunan kopi di sana. Kopi ditanam sporadis, organik, dan tradisional. Inilah sebabnya harganya agak mahal.

Namun rasanya? Jangan ditanya!

Selain daerah penghasil yang sudah terkenal di atas, sebenarnya ada banyak daerah lain di Indonesia yang sedang menggalakkan produksi kopi. Terbukti muncul beberapa coffee specialty baru, seperti kopi Java Preanger, Solok, Dolok Sanggul, dan lain-lain.

Cara Menyimpan Biji Kopi Mentah yang Baki

Sumber: http://infokopi.com/

Salah satu cara agar anda memperoleh kopi yang baik dari pusat penjualan kopi adalah dengan membeli biji kopi, bukan bubuk kopi. Mengapa? Karena anda dapat yakin bahwa kopi memang betul betul murni dan tak dicampur dengan bahan bahan yang lain. Selain itu, biji kopi nusantara juga memiliki daya tahan yang lebih lama dimana kopi yang sudang disangrai atau roasted dapat bertahan 3 – 4 minggu dan biji kopi mentah bahkan dapat bertahan hingga 2 tahun.

Namun, tentu saja biji kopi tersebut harus disimpan secara benar dan baik untuk mempertahankan kualitasnya. Jika tak disimpan secara tepat, maka bukan tidak mungkin kopi akan kehilangan aroma dan sensasi rasanya serta dapat ditumbuhi jamur sehingga tak dapat dikonsumsi lagi. Jika anda ingin membuka tempat jual kopi, kesalahan dalam menyimpan biji kopi sehingga tak dapat lagi dikonsumsi pasti akan sangat merugikan bukan? Untuk itulah di bawah ini kami akan memberikan beberapa tips sederhana mengenai bagaimana cara untuk menyimpan biji kopi yang masih mentah agar dapat bertahan lama dan tetap berkualitas.

1. Simpanlah dalam Tempat yang Benar

Seperti apakah tempat atauu wadah yang tepat tersebut? Apapun kopinya, apakah biji kopi nusantara atau bukan, biji kopi sebaiknya disimpan dalam wadah yang tertutup dan memiliki sedikit lubang saja. Kemudian, letakkan wadah tersebut di sudut ruangan dengan sirkulasi udara yang baik. Usahakan bahwa wadah tersebut tak terkena sinar matahari secara langsung dan hindari menyimpan green coffee beans atau biji kopi mentah dalam ruangan yang lembab.

2. Masukkan Pada Karung Goni

Cara kedua untuk menyimpan biji kopi mentah adalah dengan menyimpannya di karung goni. Inilah cara yang digunakan oleh masyarakat pada jaman dahulu. Namun anda harus ingat bahwa karung goni yang digunakan merupakan karung goni baru atau bukan karung goni bekas bahan lain seperti misalnya cengkeh, beras, dan sebagainya. Jika anda menggunakan karung goni bekas, maka rasa biji kopi nusantara atau biji kopi lainnya dapat terkontaminasi oleh bahan bahan lain.

3. Simpan Pada Ruangan yang Baik

Ruangan yang tidak lembab merupakan syarat paling utama untuk menyimpan biji kopi anda. dengan begitu maka kopi nusantara akan tetap terjaga kualitas dan aromanya. Namun, ruangan yang terlalu kering pun tak baik pula untuk menyimpan biji kopi yang anda beli dari pusat penjualan kopi. Jika anda memiliki hydrometer, maka pastikan bahwa ruangan penyimpanan tersebut memiliki suhu kelembabab udara atau kelembabab ruangan berkisar antara 50% – 75%. Untuk suhu udara, idealnya adalah antara 20 – 28 derajat celcius. Itulah tadi beberapa cara yang dapat anda lakukan untuk menyimpan biji kopi nusantara mentah agar tetap terjaga kualitasnya. Biji kopi mentah umumnya memiliki warna yang kekuning kuningan atau bahkan kehijauan. Warna tersebut dapat berbeda akibat adanya perbedaan teknik dalam membersihkan biji kopi atau buah kopi. Buah kopi yang dibersihkan dengan teknik full wash akan menghasilkan warna biji kopi mentah yang kekuningan. Sementara, biji kopi dengan teknik semi wash akan menghasilkan warna yang cenderung kehijau hijauan.

Cara Menyimpan Biji Kopi Mentah yang Benar

Sumber: https://plus.google.com/107784901205846120225

Bagaimana cara menyimpan biji kopi mentah yang benar? Dalam artikel-artikel sebelumnya, kamiselalu menyarankan Anda untuk membeli biji kopi daripada bubuk kopi. Alasannya sederhana karena cita rasa dan aroma pada biji kopi mempunyai daya tahan yang lebih lama. Biji kopi yang sudah disangrai (roasted) mampu bertahan selama 3-4 minggu. Sedangkan biji kopi yang masih mentah bahkan sanggup bertahan hingga 2 tahun.

Namun tidak semata-mata semua biji kopi memiliki daya tahan yang sangat lama. Semuanya itu harus didukung oleh metode penyimpanannya. Biji kopi, baik yang mentah maupun sudah disangrai, harus disimpan dengan benar di tempat yang tepat. Bukan tidak mungkin biji kopi tersebut tak hanya kehilangan sensasi rasa dan aromanya, tetapi juga tak layak pakai karena telah ditumbuhi jamur. Kesalahan dalam penyimpanan biji kopi juga mengakibatkan warna bijinya memudar hingga biji kopi tersebut menjadi sarang kutu.

menyimpan-biji-kopi-mentah.jpg

Berikut ini kiat-kiat dalam menyimpan green coffee beans!

  1. Simpan di Wadah yang Benar

Biji kopi mentah paling baik disimpan di wadah tertutup yang mempunyai sedikit lubang. Wadah tersebut lantas diletakkan di salah satu sudut ruangan yang memiliki sirkulasi udara yang lancar. Sebisa mungkin pastikan sinar matahari tidak mengenai wadah tersebut secara langsung. Hindari menyimpan green coffee beans di ruangan yang lembab.

  1. Masukkan di Karung Goni

Pada zaman dahulu, masyarakat biasa menyimpan biji kopi di dalam karung goni. Karung goni yang dipakai adalah karung yang masih baru, bukan karung bekas wadah beras, cengkeh, dan sebagainya. Rasa dan aroma biji kopi bisa terkontaminasi apabila Anda menggunakan karung goni yang bekas.

  1. Ruangan yang Bagus

Syarat yang paling utama ruangan yang baik digunakan untuk menyimpan biji kopi yaitu kondisinya tidak lembab. Ruangan yang terlampau kering juga kurang bagus untuk menjadi tempat menyimpan biji kopi. Anda bisa mengukur tingkat kelembaban ruangan menggunakan hygrometer dan pastikan angkanya berkisar antara 50-75 persen. Sedangkan suhu udara yang ideal sekitar 20-28 derajat celsius.

Tahukah Anda?

Biji kopi mentah biasanya berwarna kekuning-kuningan atau kehijau-hijauan. Penyebab dari timbulnya warna yang berbeda pada biji kopi tersebut ialah perbedaan dalam teknik membersihkan buah kopi. Buah kopi yang dibersihkan secara full-wash akan menghasilkan biji yang warnanya kekuning-kuningan. Sedangkan buah kopi yang dicuci dengan sistem semi-wash menyebabkan warna bijinya menjadi kehijau-hijauan.