Baliem Blue Coffe, Citarasa Kopi Papua

Barisa Kopi Papua, D.R. Kwano
Barisa Kopi Papua, D.R. Kwano & Odie G.

Rabu, 10-08-16 12:22 WIB PRODUK

SUARADESA, PAPUA – Kopi merupakan salah satu minuman yang menjadi kegemaran kebanyakan orang Indonesia, karena dengan minum kopi dipercaya dapat menghilangkan kantuk dan lelah. Dari kebanyakan kopi , ada satu kopi yang khas dan memiliki citarasa yang berbeda yaitu kopi yang asli berasal dari Papua bernama Baliem Blue Coffe.

Bagi warga Kabupaten Jayawijaya kopi ini memiliki nilai lebih. Karena kopi ini tidak hanya hasil racikan barista asli Papua pertama, tapi juga hasil tanam petani setempat.

Darmin Rad Kwano, Barista Papua pertama itu mengatakan, kopi berjenis Arabica organic ini dihasilkan oleh petani tradisional Papua dan merupakan kopi berkualitas kedua dari Jamaika Blue Coffee.

“Kopi Arabica baliem ini dalam satu tahun hanya sekali panen, sedangkan proses pengolahan agar siap saji membutuhkan enam bulan mengingat medan yang ditempuh sangat sulit,”

katanya, Rabu (10/8).

Dalam proses pengeringan kopi ini selalu dipantau kadar airnya sebelum dipanggang (roast) dan digiling sendiri sampai ketahapan siap dikonsumsi. Sebelum berkecimpung dalam dunia usaha kopi ini, staf nya telah menjalani pelatihan di Jakarta Coffee House selama enam bulan.

“Dalam proses penanaman hingga panen, kesemuanya dilakukan di bawah naungan pihak Koperasi Baliem Arabica di mana telah menyiapkan pula sumber daya manusia nya untuk menanam,”

ujar Darmin.

Baliem Blue Coffe / Kopi Wamena Papua bercita rasa buah dengan kombinasi pahit yang sedang dan rasa yang juga tidak berat. Jadi bagi para penggemar kopi, tak ada salahnya untuk mencoba meluangkan waktu berjalan-jalan ke Papua mencicipi kopi asli Papua. (suara)

Rasakan Kenikmatan Aroma dan Rasa Dari Arabica Papua Wamena

Kopi Wamena, Kopi Papua
Kopi Wamena, Kopi Papua

CePaMagz.comKopi Papua Wamena adalah salah satu produk asli Indonesia yang terkenal sampai ke mancanegara, dengan aroma kopi khas wangi arabica dan rasa khas kopi Papua yang nikmat. Menengok sejarah asal kota penghasil kopi ini, Wamena adalah sebuah kecil yang terletak di lembah pegunungan Jayawijaya, Papua, Indonesia. Iklimnya sangat dingin dengan suhu antara 15 sampai 20 derajat celcius. Penduduknya ada orang asli Wamena dan para pendatang dari suku Jawa, Bugis, Makasar, dan Batak. Kota ini terletak di ketinggian 1.400 hingga 2.000 meter diatas permukaan laut, dan merupakan kondisi ideal untuk produksi arabika.

Kopi Papua Wamena tumbuh di lembah Baliem pegunungan Jayawijaya, kopi ini tumbuh di tanah pegunungan yang subur dan tanpa menggunakan pupuk kimia ataupun buatan sehingga disebut kopi organik.

Petani kopi Papua menggunakan proses unik yang disebut sebagai pengupasan basah atau wet-hulling (juga sering disebut sebagai semi washed). Menggunakan teknik ini, para petani mengupas kulit luar buah kopi dengan menggunakan mesin pengupas tradisional yang disebut “luwak”. Biji kopi, yang masih berselaput getah, kemudian disimpan hingga selama satu hari. Setelah masa penyimpanan, biji kopi dibersihkan dari getah dan kopi tersebut dikeringkan dan siap untuk dijual.

Petani di Papua menggunakan proses semi washed. Setelah melakukan pengupasan, kopi difermentasi selama 8 hingga 10 jam. Kemudian dibersihkan dari getah dan biji kopi dikeringkan hingga memiliki kandungan air 12%, atau dikupas dalam keadaan basah dan dikeringkan sebagai biji hijau. Karena lambatnya paparan teknologi modern, maka sebagian besar dari kegiatan pengolahan kopi tersebut dilakukan hanya dengan tangan. Pupuk kimia, pestisida dan herbisida tidak dipakai untuk tanaman kopi ini, dan membuat kopi Papua menjadi kopi yang langka dan juga berharga.

Yang menarik adalah kopi Papua telah dinikmati oleh penggemar kopi dari seluruh dunia. Terutama adalah di warung kopi dan kafe yang ada di Wamena, selain itu jenis kopi ini telah menjadi produk unggulan tersendiri dari masyarakat Papua. Kualitas dari jenis kopi ini memiliki cita rasa yang khas jika dibandingkan dengan cita rasa kopi Arabika yang lain.

Sumber : kopikeliling.com, wikipedia.com

By : Mad

Cita Rasa Unik Petani Kopi Kecil Indonesia Dipuji di Norwegia

KAMIS, 21 JANUARI 2016 , 08:48:00 WIB

RMOL. Kedutaan besar Republik Indonesia (KBRI) Oslo bekerja sama dengan Yayasan GreenIndonesia dan Norwegian Coffee Association (NCA) memperkenalkan 4 jenis kopi arabika kepada ekspertise kopi Norwegia di kantor NCA, Oslo, Selasa (19/1).

Kopi-kopi yang diperkenalkan arabika jenis single origin yang dihasilkan para micro roaster dari kebun petani-petani kecil di bawah jejaring Yayasan GreenIndonesia, organisasi yang berupaya membantu pemerintah dalam mengangkat kesejahteraan hidup masyarakat kecil. Kopi-kopi yang dimaksud yaitu Arabica Java Preanger (GreenIndonesia), Arabica Mandailing (GreenIndonesia), Arabica Mt. Arjuna (Javaroma), danArabica Garut (Mahkota Jawa Coffee).

Duta Besar RI untuk Norwegia di Oslo Yuwono A. Putranto, seperti diinformasikan Fungsi Pensosbud KBRI Oslo, menyampaikan acara promosi kopi ini mendapatkan perhatian yang cukup spesial dari pelaku industri kopi di Norwegia.

“NCA sebagai tuan rumah kegiatan memberikan dukungan yang besar. NCA juga telah membantu menghadirkan wakil-wakil dari perusahaan, importir, coffee house papan atas Norwegia (diantaranya COOP, Solberg&Hansen, Kaffebreniet, Pals dan DGB), serta para pakar kopi lainnya,” kata Yuwono.

Chairman NCA Marit Lynes mengatakan tingkat kehadiran para pakar kopi di Norwegia pada acara promosi kopi Indonesia ini lebih besar dari dua kegiatan terakhir, yaitu kopi Brasil dan kopi Ethiopia. Faktor utamanya adalah sentimen ‘kerinduan’ atas kopi Indonesia yang pernah menjadi salah satu ‘raja’ di Norwegia, namun saat ini market share-nya hanya sekitar 1% dan bahkan kopi Vietnam berhasil mencapai sekitar 2% pasar kopi Norwegia.

Selain itu, Marit menyampaikan mengenai banyaknya keinginan untuk mencoba kopi dengan cita rasa lain dari kopi yang saat ini mendominasi Norwegia, yaitu dari Brasil, Kolombia, Peru dan Ethiopia.

Hasil dari coffee cupping adalah kesamaan pandangan akan keunikan rasa yang berbeda-beda antara jenis yang satu dengan lainnya. Hal ini dinilai sebagai satu kekuatan atau potensi besar untuk mengemas kopi Indonesia tersebut sebagai artisanal coffee di pasar Norwegia. Namun demikian, diamati bahwa cita rasa tersebut belum dibarengi dengan kecantikan penampilan dari biji kopi. Masih diperlukan upaya serius untuk meningkatkan packaging dan branding dari kopi Indonesia tersebut.

Wakil dari perusahaan Solberg &Hansen dan pakar kopi Alf Kramer terketuk untuk mendalami dan menawarkan pendapat ahlinya guna mengembangkan kesamaan kualitas antara rasa dan penampilan.

Perkenalan kopi Indonesia ke publik Norwegia ini merupakan salah satu upaya untuk menggenjot ekspor kopi ke Norwegia. Bagi KBRI Oslo, upaya promosi ini dapat dijadikan sebagai kegiatan awal bagi upaya promosi dan penetrasi kopi Indonesia di pasar Norwegia, tutur Dubes Yuwono.

Norwegia merupakan pasar kopi spesial,dengan masyarakatnya merupakan peminum kopi terbanyak per kapita nomor dua di dunia. Pasar Norwegia selalu memburu kopi-kopi dengan kualitas terbaik, dan kopi Indonesia dengan cita rasa uniknya mempunyai potensi yang sangat besar. Namun demikian, upaya untuk menembus pasar Norwegia yang sangat strictini perlu dibarengi dengan peningkatan sinergi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dan Perwakilan RI di luar negeri.[dem]