Cara Menyimpan Biji Kopi Mentah yang Baki

Sumber: http://infokopi.com/

Salah satu cara agar anda memperoleh kopi yang baik dari pusat penjualan kopi adalah dengan membeli biji kopi, bukan bubuk kopi. Mengapa? Karena anda dapat yakin bahwa kopi memang betul betul murni dan tak dicampur dengan bahan bahan yang lain. Selain itu, biji kopi nusantara juga memiliki daya tahan yang lebih lama dimana kopi yang sudang disangrai atau roasted dapat bertahan 3 – 4 minggu dan biji kopi mentah bahkan dapat bertahan hingga 2 tahun.

Namun, tentu saja biji kopi tersebut harus disimpan secara benar dan baik untuk mempertahankan kualitasnya. Jika tak disimpan secara tepat, maka bukan tidak mungkin kopi akan kehilangan aroma dan sensasi rasanya serta dapat ditumbuhi jamur sehingga tak dapat dikonsumsi lagi. Jika anda ingin membuka tempat jual kopi, kesalahan dalam menyimpan biji kopi sehingga tak dapat lagi dikonsumsi pasti akan sangat merugikan bukan? Untuk itulah di bawah ini kami akan memberikan beberapa tips sederhana mengenai bagaimana cara untuk menyimpan biji kopi yang masih mentah agar dapat bertahan lama dan tetap berkualitas.

1. Simpanlah dalam Tempat yang Benar

Seperti apakah tempat atauu wadah yang tepat tersebut? Apapun kopinya, apakah biji kopi nusantara atau bukan, biji kopi sebaiknya disimpan dalam wadah yang tertutup dan memiliki sedikit lubang saja. Kemudian, letakkan wadah tersebut di sudut ruangan dengan sirkulasi udara yang baik. Usahakan bahwa wadah tersebut tak terkena sinar matahari secara langsung dan hindari menyimpan green coffee beans atau biji kopi mentah dalam ruangan yang lembab.

2. Masukkan Pada Karung Goni

Cara kedua untuk menyimpan biji kopi mentah adalah dengan menyimpannya di karung goni. Inilah cara yang digunakan oleh masyarakat pada jaman dahulu. Namun anda harus ingat bahwa karung goni yang digunakan merupakan karung goni baru atau bukan karung goni bekas bahan lain seperti misalnya cengkeh, beras, dan sebagainya. Jika anda menggunakan karung goni bekas, maka rasa biji kopi nusantara atau biji kopi lainnya dapat terkontaminasi oleh bahan bahan lain.

3. Simpan Pada Ruangan yang Baik

Ruangan yang tidak lembab merupakan syarat paling utama untuk menyimpan biji kopi anda. dengan begitu maka kopi nusantara akan tetap terjaga kualitas dan aromanya. Namun, ruangan yang terlalu kering pun tak baik pula untuk menyimpan biji kopi yang anda beli dari pusat penjualan kopi. Jika anda memiliki hydrometer, maka pastikan bahwa ruangan penyimpanan tersebut memiliki suhu kelembabab udara atau kelembabab ruangan berkisar antara 50% – 75%. Untuk suhu udara, idealnya adalah antara 20 – 28 derajat celcius. Itulah tadi beberapa cara yang dapat anda lakukan untuk menyimpan biji kopi nusantara mentah agar tetap terjaga kualitasnya. Biji kopi mentah umumnya memiliki warna yang kekuning kuningan atau bahkan kehijauan. Warna tersebut dapat berbeda akibat adanya perbedaan teknik dalam membersihkan biji kopi atau buah kopi. Buah kopi yang dibersihkan dengan teknik full wash akan menghasilkan warna biji kopi mentah yang kekuningan. Sementara, biji kopi dengan teknik semi wash akan menghasilkan warna yang cenderung kehijau hijauan.

Cara Menyimpan Biji Kopi Mentah yang Benar

Sumber: https://plus.google.com/107784901205846120225

Bagaimana cara menyimpan biji kopi mentah yang benar? Dalam artikel-artikel sebelumnya, kamiselalu menyarankan Anda untuk membeli biji kopi daripada bubuk kopi. Alasannya sederhana karena cita rasa dan aroma pada biji kopi mempunyai daya tahan yang lebih lama. Biji kopi yang sudah disangrai (roasted) mampu bertahan selama 3-4 minggu. Sedangkan biji kopi yang masih mentah bahkan sanggup bertahan hingga 2 tahun.

Namun tidak semata-mata semua biji kopi memiliki daya tahan yang sangat lama. Semuanya itu harus didukung oleh metode penyimpanannya. Biji kopi, baik yang mentah maupun sudah disangrai, harus disimpan dengan benar di tempat yang tepat. Bukan tidak mungkin biji kopi tersebut tak hanya kehilangan sensasi rasa dan aromanya, tetapi juga tak layak pakai karena telah ditumbuhi jamur. Kesalahan dalam penyimpanan biji kopi juga mengakibatkan warna bijinya memudar hingga biji kopi tersebut menjadi sarang kutu.

menyimpan-biji-kopi-mentah.jpg

Berikut ini kiat-kiat dalam menyimpan green coffee beans!

  1. Simpan di Wadah yang Benar

Biji kopi mentah paling baik disimpan di wadah tertutup yang mempunyai sedikit lubang. Wadah tersebut lantas diletakkan di salah satu sudut ruangan yang memiliki sirkulasi udara yang lancar. Sebisa mungkin pastikan sinar matahari tidak mengenai wadah tersebut secara langsung. Hindari menyimpan green coffee beans di ruangan yang lembab.

  1. Masukkan di Karung Goni

Pada zaman dahulu, masyarakat biasa menyimpan biji kopi di dalam karung goni. Karung goni yang dipakai adalah karung yang masih baru, bukan karung bekas wadah beras, cengkeh, dan sebagainya. Rasa dan aroma biji kopi bisa terkontaminasi apabila Anda menggunakan karung goni yang bekas.

  1. Ruangan yang Bagus

Syarat yang paling utama ruangan yang baik digunakan untuk menyimpan biji kopi yaitu kondisinya tidak lembab. Ruangan yang terlampau kering juga kurang bagus untuk menjadi tempat menyimpan biji kopi. Anda bisa mengukur tingkat kelembaban ruangan menggunakan hygrometer dan pastikan angkanya berkisar antara 50-75 persen. Sedangkan suhu udara yang ideal sekitar 20-28 derajat celsius.

Tahukah Anda?

Biji kopi mentah biasanya berwarna kekuning-kuningan atau kehijau-hijauan. Penyebab dari timbulnya warna yang berbeda pada biji kopi tersebut ialah perbedaan dalam teknik membersihkan buah kopi. Buah kopi yang dibersihkan secara full-wash akan menghasilkan biji yang warnanya kekuning-kuningan. Sedangkan buah kopi yang dicuci dengan sistem semi-wash menyebabkan warna bijinya menjadi kehijau-hijauan.

Ini Tahapan ‘Coffee Cupping’ untuk Mengetahui Kualitas Rasa dan Aroma Kopi

Annisa Trimirasti – detikFood

Ini Tahapan Coffee Cupping untuk Mengetahui Kualitas Rasa dan Aroma Kopi
Ini Tahapan Coffee Cupping untuk Mengetahui Kualitas Rasa dan Aroma Kopi

Memperingati Hari Kopi Internasional, kafe di Jakarta ini adakan coffee cupping khusus kopi Indonesia. Seperti apa tahapannya?

Djournal Coffee mengadakan kelas ‘coffee cupping’ singkat di Cilandak Town Square (1/10/16). Kelas juga diadakan setiap Sabtu awal bulan di cabang Supermall Karawaci. Sendy Djaja, area manager dan Q grader Djournal Coffee membimbing langsung coffee cupping.

Coffee Cupping atau Coffee Tasting merupakan kegiatan coffee sommelier untuk mengevaluasi aroma, rasa, dan kekurangan sebuah kopi. Ternasuk melakukan coffee blending. Kopi kemudian dinilai dan dikelompokkan.

Di kelas coffee cupping singkat ini, diajarkan tahapan menilai kopi. Selembar kertas penilaian dengan kolom nomor sampel kopi, wangi dan aroma, tingkat keasaman, rasa, ketebalan, dan aftertaste kopi diberikan. Kemudian 4 cangkir bubuk kopi tanpa nama pun disajikan.

Coffee cupping harus dilakukan dengan tahapan, seperti ini.

1. Menciumi aroma kopi

Mencium Kopi
Mencium Kopi

Cium ke-4 bubuk tersebut dan tuliskan rasa juga aroma nya pada kolom yang disediakan. Cangkir tidak boleh diangkat dari posisinya. Condongkan tubuh ke arah cangkir berisi bubuk kopi dan cium aromanya.

Kemudian tinggal dituliskan apa pun aroma yang terlintas saat membaui kopi. Seperti aroma cokelat atau cabai kering.

Untuk menetralkan indera penciuman, Sendy Djaja, area manager dan Q grader Djournal, menyarankan untuk cium badan Anda sendiri saat jeda pada tiap kopi.

2. Air panas dituang

air panas dituang saat cupping kopi
Air Panas dituang saat cupping kopi

Air panas akan dituangkan secara melingkar. Kemudian dibiarkan 4 menit agar air dan kopi terekstrak sempurna. Ampasnya kemudian diangkat.

Yang perlu Anda lakukan adalah mencium kembali dan menyeruput kopi tersebut. Apa yang Anda rasakan bisa diisikan dalam kolom-kolom kertas penilaian. Disarankan unutk menelan air ludah sendiri diantara jeda tiap cangkir untuk netralkan papilla lidah.

3. Mengungkap jenis kopi

Mengungkap jenis kopi
Mengungkap jenis kopi

Selanjutnya, Anda diminta memilih kopi yang paling disukai beserta alasannya. Setelah itu barulah identitas kopi diungkap.

Keempat jenis kopi yang diuji ternyata merupakan kopi Mandailing, Bali, Papua dan Toraja. Semua kopi single origin ini dijual di Djournal Coffee.

Kopi Mandailing dan Bali merupakan jenis kopi “tebal” atau pekat dan agak kental. Mandaling punya aroma cokelat dan rempah hasil proses ‘washed’ yang menghadirkan rasa asli biji kopi. Sedang Bali punya aroma ‘frangipani’ karena hasil proses alami.

Kopi Papua dan Toraja adalah contoh kopi ringan dan tipis. Kopi Papua punya rasa nutty dan cokelat. Kopi in disukai karena aftertaste bersih yang membuat orang ingin terus meminumnya. Sedang Kopi Toraja punya rasa terasam dibanding yang lain dan beraroma kacang-kacangan.

Dalam coffee cupping internasional, kopi dicicipi oleh 3 coffee sommelier bersertifikat dan 2 orang biasa untuk menentukan kopi mana yang dipilih dan akan dijual.

Pada tahap terakhir kopi akan kembali dicicipi dalam kondisi dingin. Beberapa kopi punya rasa lebih nikmat disesap saat dingin.

“Saya baru menjadi bagian coffee cupping selama 1 tahun. Yang penting harus suka makan. Bagaimana bisa tahu rasa jeruk Bali kalau belum pernah makan jeruk Bali. ‘Practice makes perfect’,”

komentar Sendy saat ditanya tentang kerja seorang coffee cupper.
(odi/msa)