Kopi Papua

Dokumentasi Kopi yang diproduksi di Tanah Papua

Kopi Papua atau Papua Coffees di bagi ke dalam 4 (empat) kategori besar, yaitu dua kategori berdasarkan wilayah geografis dan dua lagi berdasarkan jenis kopi.

Pertama, berdasarkan daerah produsen Kopi Papua, maka Kpi Papua berasal dari Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat, Indonesia, dan Kopi dari Papua New Guinea, atau Papua Timur.

Sedangkan dari jenis kopi, maka ada Kopi Arabica Papua atau sering kami sebut Papua Arabica Specialty Coffee dan Kopi Robusta Papua.

Sampai tahun 2016 ini kami hanya mampu menyediakan kopi dari bagian barat pulau New Guinea, (Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat, Indonesia), akan tetapi pada 5 – 10 tahun mendatang kami sedang mengantisipasi menyediakan kopi dari seluruh Tanah Papua, pulau New Guinea.

 

  • Kopi Moanemani

Rasa Kopi Moanemani ini cukup keras bahkan dari kopi Kalosi Toraja, dengan gilingan kopi yg termasuk kasar dan kemasan kopi yang sangat sederhana.

Kopi Moanemani dikenal cukup berhasil mengembangkan budaya kopi di kalangan orang Paniai, dan termasuk dari sedikit jenis kopi berkualitas dengan harga terjangkau bagi masyarakat Papua.
Baliem Blue Coffee
Baliem Blue Coffee

Baliem Blue Coffee ialah kopi Papua yang diproduksi oleh KSU Baliem Arabica berpusat fi Kabupaten Jayawijaya, Wamena, sebagai kopi pertama yang telah diekspor ke pasar global, dan KSU Baliem Arabica sebagai perusahaan milik Orang Papua pertama yang mengekspor kopi Papua sejak tahun 2009.

Baliem Blue Coffee sebagai sebuah merek dagang sampai tahun 2016 masih memproduksi kopi bubuk hanya untuk konsumsi di Tanah Papua, semenara kopi dalam bentuk Kopi Biji Hijau diproduksi di Jayapura.

Sementara Kopi Sangrai (Biji Goreng) produk KSU Baliem Arabica diproduksi atas kerjasama dengan Jakarta Coffee House di Cepeta Raya, Jakarta Selatan.

Sudah banyak perusahaan yang memproduksi Kopi Wamena saat ini. “Leading trademark” dari Kopi Papua saat ini ialah “Baleim Blue Coffee”.

 

  • Amungme Gold Arabica Coffee

Kopi ini pasti sudah tidak asing lagi di telinga anda, Kopi Amungme Gold yang bercita rasa cukup keras ini terkenal hingga seluruh Indonesia. Bedanya kopi Amungme Gold Arabica Coffee ditujukan untuk pasar premium, di Papua saja 250 gram Kopi ini dibrandrol dgn harga Rp. 75.000, apalagi jika dipasarkan diluar daerah Papua.

Penanaman Kopi jenis arabica ini dimulai oleh PT Freeport Indonesia pada 1998 yang berlokasi di dataran tinggi Kabupaten Mimika lebih tepatnya terletak di beberapa desa suku Amungme seperti Tsinga, Hoeya dan Aroanop.

Kopi ini hanya dipasarkan ke pasar premium internasional karena lahannya yang masih terbatas, namun saat ini profesi sebagai petani kopi didukung oleh perusahaan tambang yang berada di sekitar wilayah Amungme, yaitu PT Freeport Indonesia. Program pelatihan, hingga teknik menanam kopi diajarkan pada petani kopi setempat.
Kini Amungme Gold Coffee  mengalami peningkatan produksi karena tingginya permintaan kopi dalam skala cukup besar di Timika. yang baik Semoga kopi amungme gold ini makin banyak produksinya yah.. Soalnya enak sih!! Yang ngaku Indonesia, lu mesti coba kopi ini.
Satu tips nih, Coba deh racik kopi amungme gold nya jadi espresso, rasanya itu loh!! Bikin jempol bergoyang.

 

  • Pogapa Pone

Orang bilang tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Begitu pula yang terjadi dengan awal pengembangan kopi di Pogapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua.
Alkisah pada suatu hari seorang pace bertemu dengan seorang misionaris yang membawa “sebuah tanaman” yang indah sekali dan belum pernah ia lihat seumur hidupnya. Karena jatuh suka, maka pace meminta tanaman itu untuk menghiasi pekarangan rumahnya. Sang misionaris yang girang melihat semangat orang Papua untuk menanam kopi. Misionaris itu segera memberikan beberapa bibit kopi yang dia bawa dari Afrika. Dengan gembira, pace membawa tanaman itu. Entah siapa yang memberitahu pace itu bahwa tanaman itu bernama kopi dan bisa dijadikan minuman.
Kini, Pogapa Pone dikembangkan dan dipasarkan oleh PT Mineserve dan mulai bisa didapatkan di pasar domestik Papua. Di Timika bahkan kini ada Kedai Kopi Pogapa Pone yang menyajikan beberapa pilihan sajian kopi yang dihasilkan di tanah suku Moni tersebut.
  • Kopi “Mehak”

Masyarakat Fak-Fak memiliki budaya kopinya sendiri. Di daerah yang berbatasan langsung Kabupaten Mimika ini, masyarakatnya sudah turun temurun membuat dan menjadikan kopi sebagai bagian dari kekayaan kuliner mereka. Bahkan, masyarakat Fak-Fak memiliki nama sendiri untuk menyebut kopi, yaitu “Mehak” yang terbuat dari biji kopi yang ditanam dan ditumbuk sendiri. Mehak merupakan sajian kebanggan sang tuan rumah kepada tamu-tamu mereka.
Mehak bukan dari kopi gilingan, melainkan kopi bubuk merk “Senang” dan Mehak sangat keras. Mehak disajikan di sebuah wadah. Semua orang dipersilakan mengambil sendiri kopi sesuai kemampuannya. Kopinya sangat kental diiringi dengan aroma yang kuat, nyaris tidak ada endapan ampas kopi.
Banyak yang mengira kopi ini berasal dari Jawa, tetapi nyatanya kopi Senang ini di produksi dari perusahaan yang berada di Sorong, Papua Barat.

Rasanya mirip dengan kopi bubuk ABC dan tidak terlalu “berkarakter” jika dibandingkan dengan kopi Moanemani, Pogapa, atau Amungme Gold. Tidak heran jika ada beberapa yang mengira bahwa kopi ini bukanlah hasil racikan kopi yang tumbuh Papua, melainkan kopi yang didatangkan dari luar Papua.

Kami sudah bertemu dengan produsen Kopi Senang, katanya “memang kopi Senang bukan berasal dari Tanah Papua, tetapi kopi ini diproduksi di Tanah Papua, tepatnya di kota Sorong, Papua Barat, jadi silahka coba rasanya tidak sama dengan kopi tubruk lain yang ada di Indonesia“.

 

  •  Kopi Cartenz

Kopi Cartenz Wamena Papua
Kopi Cartenz Wamena Papua

Kopi Bubuk Cartenz adalah kopi bubuk Arabika Asli produksi CV Bina Tani Wamena yang diolah dari biji kopi Arabika pilihan, milik mantan Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Jayawijaya, Ir. Paulus Sarira. Kopi Bubuk Cartenz diolah dengan menggunakan mesin penggilingan kopi dengan kapasitas 10 Kg sekali giling. Dengan mesin giling ini dihasilkan kopi bubuk yang halus (tidak kasar) sehingga dapat dinikmati  dengan sedikit ampas halus tanpa kasar. Kopi Bubuk Cartenz merupakan oleh-oleh khas Wamena yang banyak dicari orang ketika berkunjung ke Wamena. Saat ini, CV Bina Tani telah memproduksi kopi bubuk dengan kemasan 100 dan 200 gram.

Kopi Cartenz ialah Kopi Wamena bubuk yang diproduksi oleh Mantan Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Jayawijaya, Ir. Paulus Sarida. Kopi Cartenz dulunya diproduksi di Wamena, saat ini kami perlu verifikasi apakah masih diproduksi di Wamena ataukah sudah pindah alamatnya. (Akan kami infokan di situ sini)

Kopi Bintang

Kopi Bintang berasal dari Kabupaten Pegunungan Bintang di Provinsi Papua dan Start Mountains di Papua New Guinea.
Kopi Bintang hingga saat ini (Agustus 2016) masih dikelola secara tradisional, belum ada badan usaha yang mengelolanya. Nama “Kopi Bintang” diberikan oleh PAPUAmart.com dalam rangka merintis penamaan dan atas kerjasama dengan KSU Baliem Arabica akan dilakukan pendalaman indikasi geografis lalu kemudian dilakukan branding.
Perjalanan masih sangat panjang.

Kopi Arfak

Nama “Kopi Arfak” pertama-tama dicetuskan oleh Ketua KSU Baliem Arabica pada saat berada di SP V Manokwari, Papua Barat dalam upacara pembukaan Kantor Perwakilan KSU Baliem Arabica untuk Provinsi Papua Barat pada tahun 2012,

Baru Agustus 2016 telah mengglobal nama ini lewat peliputan berita bahwa “Kopi Arfak” akan dikembangkan di daerah Pegunungan Arfak, Papua Barat.

Kopi Deiyai

Kopi Deiyak berasal dari Kabupaten Deiyai, Provinsi Papua.

Kopi Toli (Tolibica)

Tolibica berasal dari Kopi sepanjang kali Toli, yaitu dari Kabupaten Tolikara, Provinsi Papua. Nama ini diberikan oleh PAPUAmart.com dalam rangka merintis “branding” kopi Single Origin dari Tanah Papua.

Kopi Yamo (Yamobica)

Kopi Yamobica berasal dari Kopi sepanjang kali Yamo, yang sekarang disebut Kabupaten Puncak Jaya. PAPUAmart.com memperkenalkan nama ini dalam rangka merintis nama-nama Kopi Papua, Single Origins.

Kopi Yali (Yalibica)

Kopi Yalibica ialah Kopi Arabica berasal dari Kabupaten Yalimo. Penamaan ini dirintis oleh PAPUAmart.com dalam rangka mengembangkan kopi-kopi single origin dari Tanah PApua, dalam kelompok Specialty Coffee Association of Papua (SCAP).

Sumber Informasi:

  1. http://laxmiechan.blogspot.co.id/2014/03/mampir-minum-kopi-sambil-baca-sejarah.html
  2. http://baliemarabica.com/