Length: [233] words. Views: 53

Petani Kopi Harap Biaya Angkut Ditanggung Pemda

JAYAPURA [PAPOS] – Salah satu petani kopi di Kabupaten Pegunungan Bintang, Nicolaus Bukega berharap, pemerintah daerah (Pemda) memberikan bantuan atau subsidi biaya angkut kopi dari daerah tersebut ke Jayapura.
Harapan itu disampaikan Nicolaus agar para petani kopi yang ada di Pegunungan Bintang tidak lagi merasa terbebani dengan biaya angkut kopi yang menggunakan pesawat cargo.

“Kita berharap ada bantuan atau subsidi dari Pemda setempat terutama di biaya angkut, karena biaya yang biasa dikeluarkan oleh petani dengan sekali angkut Rp5.000-17.000 per kg, jika ada subsidi kita berharap bisa turun 50 persen dari tarif semula, “ujar Nicolaus saat ditemui Papua Pos dalam pameran ekonomi kreatif, keanekaragaman hayati dan eko wisata, di GOR Cenderawasih, APO, Jumat (9/9).

Dirinya meyakini jika ada subsidi terutama bagi petani kopi yang hanya mendapatkan keuntungan sangat minim, maka tidak ada lagi masyarakat yang mengajukan proposal kepada Pemda hanya untuk meminta bantuan.

“Lebih baik bantuan itu diberikan melalui subsidi biaya angkut dari Pegunungan Bintang ke Jayapura, agar para petani kopi bisa lebih sejahtera ketimbang menyetujui proposal yang belum jelas peruntukkannya, selain itu masyarakat yang bekerja sebagai petani kopi di daerah tersebut dapat lebih fokus mengelola kopi, “tegas Nicolaus yang juga menjabat sebagai Sekretaris Koperasi Ok-Yum di Pegunungan Bintang.

Diakuinya, sejak berproduksi pada tahun 2013, seluruh biaya produksi hingga pengiriman ke sejumlah daerah ditanggung oleh petani itu sendiri. [srb]

Terakhir diperbarui pada Sabtu, 10 September 2016 00:21

Comments

comments

Digg Facebook Twitter Print     Shortlink


One response to “Lima kelompok petani kopi dapat bantuan alat produksi”

Leave a Reply